Langsung ke konten utama
pemberian rewards dan bonus budidaya tanaman hias
Jika
berbicara tentang pendidikan maka seperti halnya akan ada sepuluh hal
sebagai pembahasan pokok dan seribu hal baru yang akan kita temukan
dalam proses pembahasan sepuluh hal tersebut. Mengapa demikian, karena
memang ilmu adalah hal luar biasa yang diberikan Tuhan dan jumlahnya
tidak terbatas.
Namun dalam proses penggalianya seseorang memerlukan
dorongan yang kuat dari dalam dirinya dan juga dari lingkungan, keduanya
adalah hal yang tidak terpisahkan sekalipun proporsinya berbeda.
dorongan yang kuat dari dalam diri seseorang tersebut akan mampu mencuat
dikarenakan adanya dorongan atau stimulus dari lingkungan, dan hal ini
menjadi obor tersendiri dalam memicu semangat yang ada dalam diri
seseorang. Karenanya lingkungan, seperti halnya teman, tetangga maupun
keluarga menjadi faktor penting dan berperan dalam proses pendidikan.
Melihat
dari tujuan setiap manusia adalah ingin dihargai maka, hal ini menjadi
titik ukur dalam tata cara bersikap antara seorang pelajar dengan
pendidik, maupun sebaliknya. Guru atau pendidik sering halnya menjadi
sesuatu yang berpengaruh besar dalam kehidupan anak anak atau pelajar
yang terkadang kekuatan pengaruh tersebut melebihi pengaruh peran orang
tua di rumah. oleh sebab itu, profesi guru adalah hal yang patut di
apresiasi dan sangat diperhatikan sebab dengan jasa itu seseorang dapat
menjadi pemimpin negara dan dengan jasa itu pula seseorang mampu menjadi
tercela.
Peran orang tua dan guru yang penting dalam proses
pendidikan anak maka, sepatutnya guru dan orang tua memberikan dorongan
yang kuat dalam setiap tahap pendidikan anak. Janganlah orang tua dan
guru menganggap bahwa jenjang pendidikan semakin tinggi semakin mandiri
dan tidak perlu lagi mendapat perhatian intensif dari orang tua dan
guru. Pada hakikatnya setiap pelajar pada jenjang pendidikan apapun
adalah sama, sama sama membutuhkan perhatian dan dorongan agar tetap mau
berkembang hanya saja dengan porsi yang berbeda. Pemberian hadiah atau
reward pada anak adalah sesuatu yang penting, sebab hal tersebut akan
menambah semangat juga menekankan pada anak tentang kebenaran apa yang
telah ia lakukan.
Reward bukan hanya berupa benda atau sesuatu yang disukai anak, namun
pujian, kata kata penyemangat, maupun hanya sekedar menunjukan sikap
menghargai adalah hal yang patut diberikan pada anak anak ketika mereka
mampu melaksanakan tugas. Namun sebenarnya kemampuan setiap anak adalah
berbeda, maka dari hal ini tidak hanya anak anak yang mampu
menyelesaikan tugasnya dengan baik yang pantas diberikan reward, setiap
anak yang mau untuk menjalani proses pembelajaran adalah anak yang
pantas untuk mendapatkan reward. Sebab setiap anak adalah istimewa,
siapapun mereka anak Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, remaja, mahasiswa
maupun dewasa, setiap guru dan orang tua patut memberikan penghargaan
dengan porsi masing masing tentunya. Janganlah sampai kiranya guru
maupun orang tua melepaskan pengawasan dikarenakan usia atau jenjang
pendidikan anak, sebab dalam proses hidup terdapat proses belajar dan
hal ini akan terus membutuhkan bimbingan.
Pemberian reward seperti
halnya asupan gizi jika sesuatu itu diberikan kurang dari asupan gizi
yang dibutuhkan maka ini akan menjadi kabar buruk bagi pertumbuhan,
namun jika asupan gizi diberikan secara berlebihan maka tentu saja tidak
menutup kemungkinan malah akan menimbulkan penyakit. karenanya menjadi
sosok panutan seperti orang tua maupun guru hendaknya memahami kekuatan
emosional anak agar pemberian reward ini tidak menimbulkan sesuatu yang
buruk, seperti jika anak berlebihan dalam diberi reward maka tidak
menutup kemungkinan anak akan merasa puas dengan apa yang telah ia
dapat, sehingga pada akhirnya anak akan berhenti bereksplorasi.
Juga
sebaliknya jika pemberian reward tersebut kurang maka, tidak menutup
kemungkinan juga anak akan merasa tidak dihargai dan merasa gagal,
sehingga hal ini juga akan memutus semangatnya dalam berkarya. Maka
tidaklah salah seseorang terkadang di anjurkan untuk menurunkan sedikit
saja egonya agar mau menghargai dan belajar dengan hasil akhir memiliki
kompetensi yang lebih baik lagi.
Komentar
Posting Komentar